MODAL HIDUP


     ALHAMDULILLAH....bulan ramadhan sudah terlewati dengan penuh hikmah didalamnya. bagi saya ramadhan adalah modal hidup...modal menapaki hidup sebelas bulan kedepan. seperti apa kehidupan yang akan kita jalani kedepannya bagi saya tergantung seberapa kwalitas modal yang dimiliki, seberapa baik kwalitas itu tergantung dari sudah seberapa besar usaha yang dilakukan untuk mendapatkan modal hidup tersebut. sudah seberapa banyak usaha yang dilakukan agar modal hidup ini kwalitasnya super maka seberapa besar kesungguhan membuat kwalitas modal ini jadi super. seperti itulah memaknai bulan ramadhan ini bagi sy dan keluarga.
didalam ramadhan tahun ini ada beberapa hal yang menjadi pembelajaran besar. pertama mengajarkan kita untuk selalu bersabar dan ikhlas. kata ini tidak mudah mempraktekkannya. butuh kesungguhan hati menjalankannya. dan memasuki ramadhan kali ini adalah moment yang baik untuk kembali suci, kembali fitrah. 
     Yang kedua dalam ramadhan inimegajarkan sy dan keluarga bahwa ramadhan bukan hanya puasa mulut, puasa tidak makan dan tidak minum. namun semua anggota tubuh baik jasmaniah maupun rohaniah harus berpuasa. salah satu yang sering sepele adalah puasa mata. mata ini sangat susah untuk berpuasa. mata adalah jendela hati...seberapa banyak mata ini menangkap objek maka sebegitu besarlah hati ini termaknai dalam keseharian.  mempuasakan mata bukan hal yang mudah...kita harus perlu tahu apa saja yang harus dihindari dan menjaga pandangan mata ini sehingga kwalitas puasa dapat terjaga baik, sehingga modal hidup yang sy maksud diataspun akan menghasilkan modal hidup super. menjaga pandangan mata dari hal-hal yang bisa menimbulkan syahwat, hawa nafsu adalah hal yang paling utama untuk dijaga. karena dorongan hawa nafsu inilah yang kadang menggugurkan kwalitas super tadi sehingga hanya lapar dan dahaga saja yang didapat. sungguh sayang bukan....sudah capek menahan lapar dan dahaga namun hanya itu saja yang didapatkan. sementara mendapatkan kekayaan hati, kekayaan jiwa adalah hikmah sebenarnya dari puasa ramadhan tersebut.
     Ketiga adalah ramadhan ini adalah ramadhan pertama dalam kehidupanku dimana orang tua ku sudah tidak ada lagi semuanya. semua sudah berpulang ke Maha Pencipta. dan ini adalah hal yang pertama sy rasakan sebagai seorang anak. butuh kebesaran jiwa melihat kondisi yang ada sekarang dan memaknainya sebagai suatu alur kehidupan yang semua manusia pasti melaluinya. tinggal bagaimana cara kita menyikapinya. Yang jelas keadaan ini harus semakin membuat saya dan keluarga untuk semakin selalu mendekatkan diri kepada Sang Khalik bahwa semua yang bernyawa akan mati.
Dan yang terakhir adalah memaknai ramadhan sebagai modal hidup dengan mengisi dan memperbanyak kegiatan beribadah kepadanya. Membaca AL-guran, berzikir, taraweh, menegakkan sholat lima waktu serta bersedekah. Smoga apa yang saya lakukan menambahkan kwalitas ibadah ramadhan saya dan keluarga sehinngga dihari yang fitrah ini merupakan hari kemenangan bagi orang-orang mukmin yang beramal shaleh. Dan semoga kita masih diberi umur untuk mencapai ramahan tahun depannya dan dalam susasana jauh lebih baik dari yang sekarang. Amien ya rabbal alamin....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEKERASAN DAN INTEROGASI

"JADILA POLISI SESUNGGUHNYA"

PANGKAT BARU TERPASANG